Rabu, 29 Juni 2011

Petani jagung

| Rabu, 29 Juni 2011 | 0 komentar

Petani jagung dalam wilayah Kecamatan Bunga Mayang,Kabupaten OKU Timur, kini gelisah sebagai dampak minimnya persediaan pupuk bersubsidi.Petani semakin khawatir jika hasil panen akan berkurang akibat sulitnya mendapatkan pupuk tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura OKU Timur Tubagus Sunarseno melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) TPH Bunga Mayang Yusman mengungkapkan, tahun ini jatah pupuk bersubsidi untuk tanaman jagung mencapai 952 ton. “Idealnya, dengan luas areal tanaman jagung yang mencapai 4.380 hektare (ha), semestinya persediaan pupuk bersubsidi mencapai 1.600 ton/tahun,”kata dia kemarin.

Minimnya pasokan pupuk bersubsidi, makin mengkhawatirkan petani karena hingga pertengahan tahun,jatah maupun kuota yang tersisa tinggal 36 ton. “Dengan sisa waktu setengah tahun lagi, situasi ini sangat berdampak menyebabkan panen tidak maksimal,” katanya. Jenis pupuk yang kurang persediaannya minim antara lain urea, NPK,TSP.

Pihaknya sudah melakukan langkah dengan mengadakan pupuk organik dan pupuk nonsubsidi yang difasilitasi pemerintah kabupaten (pemkab) melalui TPH. “Selain itu, yang paling prinsip, kita melakukan revisi aturan kuota persediaan dan penambahan pupuk,”jelasnya seraya berjanji akan terus memantau pupuk sehingga tersendat dan tanaman jagung petani bisa cepat menghasilkan.

Yanto, petani warga Bunga Mayang, mengakui, kekurangan pupuk akan menyebabkan hasil panen menurun. “Ya, pupuk merupakan salah satu faktor untuk menentukan hasil produksi jagung,”ungkapnya. Demikian catatan online blog Jasa Pengiriman Barang yang berjudul Petani jagung.

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 
Copyright © 2012 Princess All rights reserved